Cara Menyelesaikan Masalah dalam Keluarga

Cara Menyelesaikan Masalah dalam Keluarga


(Lanjutan Kajian Ust. Rijal)

Kawan-kawan, masalah apa yang sedang kawan-kawan alami dalam keluarga?

Finansialkah?

Pekerjaankah?

Hubungan keluargakah?, atau

Masalah anakkah?

Jika kita mengalami masalah-masalah di atas, darimana kita mengurai dan menyelesaikan masalah tersebut? Apa dulu yang harus diberesin?

Dalam ajaran islam terdapat konsep menarik dalam menyelesaikan masalah, termasuk menjadi visi besar setiap keluarga muslim. Semua permasalahan kita dan keluarga bisa kita pecahkan dengan memahami dan menerapkan ayat ini, “Wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka” (QS. At-Tahrim : 6).

Neraka adalah gambaran kesengsaraan di akhirat, juga sebagai analogi kesengsaraan di dunia berupa masalah-masalah tadi. Meskipun dari sudut lain adanya masalah di dunia ini menjadi peringatan ataupun ujian bagi manusia.

Jika seseorang ada masalah dengan suami atau istri jangan salahkan pasangan dulu. Di dalam surat At-Tahrim ayat 6 disampaikan, qu anfusakum,  dirimu dulu yang dilindungi, dirimu dulu yang dibeneri, sebelum engkau beneri pasanganmu dan keluargamu. Bukankah Allah sudah sampaikan dalam QS. An Nur: 26, “Perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji. Dan laki-laki yang keji untuk perempuan yang keji pula. Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik. Dan laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik pula.” Jika ada keburukan pada pasangan kita boleh jadi itu adalah kebelumbaikan (untuk tidak menyebut buruk) pada diri kita.

Untuk memperbaiki diri kita, harus kita mulai dengan beresin hati. Bukankah baik-buruknya kita ada pada segumpal darah yang disebut dengan hati (al-qolb). Seberapa besar hatimu untuk keluargamu menentukan sakinah, mawaddah, dah rahmah dalam kaluarga.

Jika ada masalah hubungan dirimu dengan pasanganmu. Engkau perlu ingat bahwa dirimu dan pasanganmu sudah ditakdirkan Allah untuk bersatu. Jika engkau menyakiti pasanganmu sama saja engkau menyakiti Allah. Engkau berontak terhadap takdir yang sudah Allah berikan kepadamu. Jika Engkau mencintai Allah, cintaiilah pasanganmu. Love is verb. Jika dulu ada alasan dirimu untuk jatuh cinta, maka saatnya sekarang engkau harus menemukan alasan untuk membangun cinta. Alasan terbaik adalah karena Allah.

Permasalahan keluarga seringkali disebabkan adanya tanki-tanki jiwa yang kosong tidak terpenuhi oleh anggota keluarga. Isteri yang bermasalah bisa jadi karena tidak terisi tangki jiwanya di dalam rumah. Suami yang bermasalah boleh jadi karena dia tidak menemukan pemenuhan tangki  jiwanya di rumah. Anak-anak yang bermasalah seringkali muncul karena tangki-tangki jiwanya kosong akibat ayah-bundanya yang melalaikan tugas utamanya sebagai orang tua, yaitu mendidik, menyelamatkan keluarga dari apa neraka. Mereka lebih sibuk memikirkan dunia.

Tidak akan pernah ada seorang laki-laki menjadi ayah yang baik, jika ia tidak menjadi suami yang baik. Bagaimana ia mungkin menghasilkan anak-anak yang baik, jika ia berlaku tidak baik kepada istrinya. Dan ingatlah bahwa anak-anak lahir dari istrimu. Hati isterimu berimbas ke anak-anakmu, termasuk pada dirimu.

Begitu pula jangan bedakan perlakuanmu terhadap ayah-ibumu dengan bapak dan ibu mertuamu, jika engkau tidak baik kepada mertuamu padahal suami atau isterimu lahir dari mereka. Berlaku baiklah kepada orang tua dan mertuamu. Jika beliau rewel seperti anak bayi diusia senjanya, itu sunnatullah. Tetap berbuat baiklah kepada keduanya, jangan merasa menderita mengurus orang tua atau mertua kita, sebagaimana orang tua kita begitu bahagia dengan adanya kita waktu bayi, meskipun tidak bisa disangkal banyak kerepotan yang harus ia lakukan.

Setelah selesai permasalahan hatimu, permasalahan hati pasanganmu, insya Allah selesailah permasalahan-permasalahan yang lain. Masalah anak-anakmu, pekerjaanmu, finansialmu insya Allah, Allah bereskan. Selanjutnya engkau akan mampu meluas, menyelamatkan keluarga besarmu, masyarakatmu, bangsa dan negaramu, dimulai dari Keluargamu.

Mustahib AR.

t.me/kelasmotivasi

kangsalman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *