Ana Khairun Minhu

Artikel

Alhamdulillah ……
Alhamdulillah ……
Alhamdulillah ……

Semalam dapat ilmu sangat bermanfaat dari ustad Ridjal Aza Salah satu diantaranya yaitu beliau meminta setiap peserta untuk menuliskan satu nama pada masing-masing pertanyaan.

Pertanyaan pertama, tuliskan nama seseorang dari keluarga atau keluarga besarmu yang perlu diperbaiki ahlak dan ibadahnya!

Pertanyaan kedua, tuliskan juga nama seseorang yang perlu di perbaiki akhlak dan ibadahnya di organisasi!

Kemudia saya menuliskan si ini dan si itu.

Sudah di tulis ya, antum yakin ya nama itu yang perlu diperbaiki. Bersyukurlah antum yang mencatat nama sendiri pada dua pertanyaan itu.

Yang menulis nama selain dirinya, yuk introspeksi diri. Benarkah kita lebih baik dibandingkan dengan dirinya. Yakinkan ibadah-ibadah kita akan mengantarkan kita ke syurganya Allah.

Jangan sampai kita seperti ‘iblis’ terhadap adam, “Ana khairun minhu“. Aku ini lebih baik daripada kamu. Sombong jika kita berlaku demikian.

(Astaghfirullah…. Mak Jleb Pesannya)

Dengan menyadari diri kita tidak lebih baik dari orang lain akan menyebabkan diri mau memperbaiki diri. Dan tidak menuntut orang lain.

Kita memiliki kewajiban dakwah, untuk menasehati orang lain, tapi bukan untuk memosisikan diri kita lebih baik daripada orang itu. Apalagi mengambil ‘posisi’ Tuhan, bisa mengubah seseorang menjadi lebih baik. Tugas kita hanya ikhtiar, hasil dan Hidayah hanya Allah yang menentukan.

Tapi jadikan nasehat kita sebagai bentuk kasih sayang kita ke orang yang kita nasehati. Dalam rangka _watawa saubil bil haq, watawa saubis shobr_, mengingatkan dalam kebenaran, dan mengingatkan dalam kesabaran. Bareng-bareng dalam kebaikan.

Siapa tahu justru dia yang nanti akan menarik kita kesyurga. Kita tidak tahu dari jalan mana kita dimasukkan ke syurga Allah.

Mustahib AR
t.me/kelasmotivasi

Leave a Reply