Keberuntungan

Rezeki adalah jaminan Allah, karena itu alangkah rugi jika kerja tidak menjadi ibadah. Dan jika kerja adalah ibadah maka harusnya tak ada kelalaian dalam proses kerjanya. Kerja yang bernilai ibadah adalah bekerja dengan banyak-banyak mengingat Allah. Banyak-banyak mengingat Allah akan menghadirkan keberuntungan dalam hidup, “…. dan banyak-banyaklah mengingat Allah agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45)

Menurut beberapa mufassir, kata yang diterjemahkan sebagai keberuntungan dalam Al-Qur’an memiliki makna kemenangan, keberhasilan, kelanggengan dalam nikmat. Maka beruntung yang hakiki adalah selamat dari neraka dan bahagia mendapatkan surga. Itulah keberuntungan yang sebenarnya. Dengan kata lain beruntung adalah selamat dari yang dibenci dan berhasil memperoleh apa yang diharapkan.

Ada satu ungkapan menarik yang pernah saya dengar, bahwa katanya orang bodoh akan dikalahkan oleh orang yang cerdas, namun orang yang cerdas akan dikalahkan oleh orang yang beruntung. Mengapa demikian? karena orang beruntung itu diperuntungkan oleh Allah sebab kedekatan denganNya.

Ya, mereka yang beruntung akan mengalahkan orang-orang yang pintar yang melupakan Allah. Orang-orang beruntung itu berhasil menghadirkan keberuntungan dalam hidupnya karena Allah yang memberikan petunjuk kepadanya, sehingga segala permohonan dan usahanya senantiasa efektif, efisien, dan terbimbing.

Sebuah logika sederhana hanya Allah yang Maha Tahu lokasi dan potensi rezeki terbaik untuk kita, Allah yang Maha Menentukan segala kebaikan untuk kita. Hanya Allah yang bisa membuat kita berhasil, Allah pula yang bisa membuat kita gagal. Lalu jika semua ada dalam kekuasaan Allah, apa alasan kita untuk tidak melibatkan dan meminta petunjukNya dalam kerja-kerja kita. Dan cara untuk melibatkanNya sekaligus memohon bimbingan dariNya adalah dengan banyak-banyak mengingatNya. “Maka ingatlah kepadaKu niscaya Aku pun akan ingat kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 152)

Ada satu pendapat menarik dari sebuah riset tentang keberuntungan _luck factor._ Riset ini dilakukan oleh dokter Richard Wiseman selama 8 tahun. Dalam bukunya ia berpendapat bahwa keberuntungan itu adalah; ‘_ketika kita selalu berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat, selalu tanpa sengaja bertemu dengan orang-orang yang dapat menolong saat kita membutuhkan, dan senantiasa membuat keputusan-keputusan yang tepat untuk meraih yang diinginkan, seolah-olah selalu menemukan kejadian kebetulan yang terjadi secara konsisten untuk mendukung kita.

Kita boleh saja berpendapat tentang apa itu yang dimaksud dengan beruntung, namun terlepas dari apapun pendapat kita tentang keberuntungan, satu hal yang harus kita yakini adalah tidak ada yang terjadi dalam hidup secara kebetulan. Semua dalam rencana dan kekuasaan Allah, oleh karena itu jika kita menginginkan hidup yang penuh dengan keberuntungan, keterbimbingan, dan efektivitas, dekati Dia, ingatlah Dia, karena Dia pun akan mengingat kita, penuhi syaratnya, maka Dia pun akan memenuhi janjiNya. Dia akan menunjukkan jalan terbaik dari setiap urusan kita, seberat apapun, sesulit apapun, karena tidak ada satu hal pun yang berat dan sulit bagiNya.

#GaransiLangit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *