Materi 12 Sharing Ilmu PPA (bagian 2)

Kita lihat kisah nabi Musa sekali lagi…

Di belakang ada bala tentara Fir’aun yang mengejar dan akan membunuh nabi Musa dan pengikutnya, dan di depan ada lautan merah yang membentang. Posisi sudah mentog ga bisa kemana-mana, sedangkan yang mengikuti nabi Musa banyak, dan mereka berharap banget bisa selamat bersama Musa AlaihisSalaam.

Apakah nabi Musa panik? Apakah nabi Musa takut? 

Engga!!

Musa Alaihissalaam malah menjawab: *”sekali-kali tidak akan tersusul, sesunguhnya Tuhanku bersamaku, dan akan memberi petunjuk kepadaku ” (QS: Asy-Syu’ãra, ayat 62)*

Ini adalah kalimat tauhid yang diucapkan Musa Alaihissalaam kala itu, yang menandakan bahwa hatinya tetap damai (positive feeling) karena ia tahu bahwa Allah tetap bersamanya.

Sekarang pertanyaanya adalah, “ketika mengucapkan kalimat tersebut apakah dia (nabi Musa) tau kalo petunjuk akan segera tiba?”

Jika dicermati dari kata yang digunakan adalah *”sayahdiiin”* yang artinya *”Dan akan memberikan petunjuk”*, berarti petunjuknya belom dateng, donk? 

Langit masih seperti biasa, Ombak Laut pun masih bergelombang dan Angin belom menunjukan sesuatu tanda apapun.

Berarti Nabi Musa Alaihissalaam *melihate menggunakan iman*, bukan menggunakan matanya.

Kalimat Tauhid yang keluar dari mulut nabi Musa inilah yang menandakan dia lulus dalam menjalani ujian keimanan. Dia menegakan kalimat *”Laailaha illallah”*

Maka Allah meluluskan dia dan mendatangkan pertolonganNya.

*”Lalu kami wahyukan kepada musa : “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu” Maka terbelahlah lautan dan tiap tiap belahan adalah seperti gunung yang besar ” (QS: Asy-Syu’ãra, ayat 63)*

Apakah nabi Musa tau bahwa ketika ia memukulkan tongkatnya ke laut, laut pasti akan terbelah? 

Jawabannya adalah; *TIDAK!!*

#

*TONGKAT MUSA*

Sekarang kita akan bahas tentang wasilah pertolongan Allah yaitu, tongkat.

Tongkat ini sederhana dan simple, loh artinya. Seringkali kita berpikir bahwa yang akan menyelesaikan masalah kita adalah sesuatu yang besar. Yang bisa menyelesaikan problem kita itu sesuatu solusi yang canggih-canggih.

Sekali lagi *tidak!*, kawan.

Justru hikmah dari Tongkat ini adalah; *malah terkadang solusi itu ada di dekat kita. Solusi yang kita cari sampe puter-puter itu ternyata sesuatu yang sudah kita pegang sejak lama.* Masalahnya terkadang kita ga fokus di situ. Pikiran kita terlalu jauuuuhhh mengaharap solusi dibantu oleh sesuatu yang lebih canggih. 

Perlu diingat kembali, jangan hanya dilihat dari Tongkatnya saja, tapi lihat juga Tauhid di dalam hati nabi Musa. Gimana ia tetap *Fokus on Allah,* sehingga Allah _jatuh cinta_ dan berkehendak untuk mendatangkan pertolonganNya.

Itulah hikmahnya. Bahwa sesunguhnya pertolongan Allah itu amat sangat dekat. Hal yang simple dan aksi yang dilakukan juga sederhana. Mulai hari ini ikhtiarlah dengan maksimal, namun imannya juga harus lebih maksimal! *karena bisa jadi ikhtiar kita sama, cara kerja kita sama, pola yang kita lakukan sama, dan ternyata kok hasilnya berbeda beda?*

*Tau kenapa? Karenar kadar keimanan yang mengikutinya beda, dan makanya hasilnya pun berbeda*

wallahu a’lam bishowab.

Nama

Agen Of PPA

Must To do:

Mulailah untuk lebih peka terhadap tanda tanda pertolongan dari Allah, karena bisa jadi apa yang terjadi dalam aktivitas kita setelah berdoa itu merupakan pola dari akan terkabulnya doa tsb

Contoh : Misal kawan-kawan sedang dalam kesulitan,kemudian  berdoa seperti ini

“Ya Allah…..hamba sedang butuh uang, sebesar 2 juta rupiah untuk membayar biaya sekolah anak dan memberi kebutuhan yang lainnya, selesai berdoa lalu pintu diketuk dan ada seseorang yg datang meminta sumbangan, biasanya kita justru “mengeluh” lah wong saya aja sedang butuh justru ini malah ada yang minta dibantu, hati hati kawan karena bisa jadi orang tersebut sengaja dikirim Allah untuk menguji keyakinan kita atas pertolongan dari Allah, sikap kita berbaik sangka atau malah berburuk sangka, jika kita lulus tetap berbaik sangka, maka insyaa Allah pertolongan yang kita berikan pada orang tersebut menjadi wasilah Allah ridho mengabulkan doa kita diatas’ rasakan efeknya”

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “kami telah beriman” dan mereka tidak diuji? (QS. Al-Ankabut:2)

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.

WhatsApp Chat via WhatsApp