Materi 13 Sharing Ilmu PPA (bagian 2)

Materi 13 Sharing Ilmu PPA (bagian 2)

Ada yang masih bingung, kawan?

Gini deh saya kasih contoh lagi, ya…

Dulu, sewaktu kawan-kawan beli motor baru, perasaannya gimana? Seneng, kan? Uh… So pasti bahagia, ya? Bersyukur, ga?

Bersyukur, dong mas!

Betul gitu ya… Setiap hari tuh motor dilap. Baru kena becek dikit aja langsung dicuci. Dikasih aksesoris biar keren. Dikasih sticker biar makin cakep, betul ga?

Tapi rasa senang dan rasa syukurnya itu loh paling cuma beberapa minggu saja, betul ga? 

Setelah motor sudah agak lama, eh maka dianggap biasa aja tuh bagi kawan-kawan. Ga ada tersisa rasa syukur yang dulu pernah ada. Malah lebih parah lagi… Kita justru “iri” melihat tetangga atau kawan beli motor keluaran baru yang merk-nya lebih bagus dari punya kita! 

😭

Inilah salahnya, *kita hanya bersyukur* cuma di saat *ketika diberi* sesuatu yang baru pada hari itu. *Bersyukurnya sesuai trend*, padahal bersyukur tuh bukan kaya gitu..

*Bersyukur itu adalah menerima dan menjaga apa yang udah ada pada kita saat ini*. 

Balik lagi ke contoh motor tadi, ya…

Adakah di antara kawan-kawan di sini yang setiap pagi selalu bersyukur ketika kunci motor dimasukan ke lubangnya, dan kemudian motor bisa distarter? Mesin motor nyala, adakah yang bersyukur?

Adakah kawan di sini yang bersyukur selama dalam perjalanan, bersyukur karena ban motornya ga kempes ataupun bocor?

Adakah di sini yang bersyukur ketika mengendarai motor yang mesinnya ga mogok?

Pentil bannya ga tiba-tiba lepas di tengah jalan, bensinnya ga mendadak habis, olinya ga kering.

Adakah yang bersyukur pada Allah atas semuanya itu?

Engga, kan? 

Selama ini kalo kita naik motor banyakan “selamat”-nya, tapi pernahkan berpikir bahwa yang mengizinkan kita selamat setiap kali naik motor itu siapa?

Kita… Karena sudah sering naik motor, jadi merasa jago selap-selip?

Masya Allah…

*Yang ngizinin kita selamet sampe tujuan itu hanya Allah!!*

Sadari…!

Hayati…! 

*Bisa apa kita kalo ga ada Allah?* 

Itu baru motor aja, belum yg lain. Banyak dari kita yang sibuk iri mempercantik diri dan wajah, tapi lupa bersyukur kalo kita tuh punya… 

– Hidung 

– Mulut sempura 

– Telinga bisa mendengar

– Kelopak mata bisa bergerak buka tutup

– ….

Adakah yang bersyukur? 

Astaghfirullaah…. Kita semua masih jauuuh… Jauuuuhhh banget dari rasa syukur itu!

Saya juga sama, kawan-kawan. Saya masih terus belajar menghadirkan Allah di setiap detik kehidupan ini.

Masih *belajar juga bagaimana menghadirkan rasa syukur setiap saat di kehidupan yang berjalan*. 😭

Berikut ini ada tips dari kang Rendy Rezha, tentang tata cara gimana sih kita agar mencapai state syukur, yaitu:

*1. Berdoalah pada Allah minta dijadikan dan dibantu untuk menjadi seseorang yang selalu bersyukur,* karena lagi-lagi hanya dan hanya Allah yang bisa memutuskan apakah kita diberi kemudahan untuk bersyukur atau tidak.

*2. Ambil waktu sendirian berdua sama Allah SWT (me time) untuk bertafakur, agar memahami bahwa semua ini milikNya, semua fasilitas yg ada pada kita itu hanyalah titipan dariNya.* 

Dalam kesendirianmu itu temuilah Allah dengan hatimu, lihat keadaan dirimu yang penuh dosa dan maksiat, namun *Allah masih saja menutupi seluruh aib-aibmu*, padahal bisa saja Allah langsung menghukummu. 

Seharusnya inilah salah satu alasan kita untuk selalu bersyukur setiap saat!

*Temukanlah bahwa diri kita ini lemah tak berdaya*. Kalo bukan Allah yang mencukupi kehidupan kita, siapa lagi?

Akuilah kehinaan kawan di depan Allah. 

Akuilah! 

Akuilah… Maksiatmu kepada Allah, dosamu kepada Allah, kesombonganmu kepada Allah! Akuilah… Agar sampai hatimu bisa bertemu denganNya, dan sampai pula kepada perasaan mengakui bahwa diri ini tidak memiliki apa-apa karena *semua adalah MilikNya.* 

*3. Waspadalah pada nikmat*

Setelah kawan mendapatkan state hati tidak memiliki apa-apa alias nothing melalui 2 langkah sebelumnya, selanjutnya adalah *memaknai nikmat Allah yang hadir.*

Coba ingat-ingat nikmat yang Allah berikan kepada kawan-kawan… 

– Pekerjaan 

– Makanan

– Minuman

– Penghasilan Bisnis 

– Keluarga 

– Pasangan 

– Anak

– dan lain-lain… 

Pastinya ketika kawan sudah memahami 2 poin sebelumnya, maka saya yakin Anda amatlah mudah bersyukur saat ini.

*Apapun nikmat yang telah ada saat ini pada kita, selalulah syukuri dan jangan sampai rasa syukur itu hilang*, apalagi malah merasa segala sesuatu itu adalah merupakan kewajaran dari hasil kerja keras kita. 

*4. Refleksi syukur*

Jika semua yang kita ‘punya’ adalah titipanNya, maka *janganlah berfokus kepada barang yang belom Allah titipkan pada kita*, melainkan *fokuslah kepada barang yang sudah atau tengah Allah titipkan pada kita saat ini.*

Bukankah *salah satu tanda bersyukur adalah ketika kita mampu menjaga amanah tersebut*, dan menggunakannya sebaik mungkin untuk ibadah kepada Allah Azza Wajalla?

Salah satu tanda syukur adalah dengan *berterimakasih pada wasilahnya*. 

Misalkan… 

– Kawan merasakan manfaat dari group ini, dengan adanya group ini kawan jadi lebih mengenal Allah, maka doakanlah orang yang terlibat di group ini.

– Membaca buku dan tergerak hati, maka doakan penulisnya. 

– Kawan diberi rezeki oleh tetangga, maka berterima kasihlah dan balaslah dengan lebih baik.

Karena itu semua adalah salah satu bentuk syukur kepada Allah. Dan jika diamati ternyata *kelayakan seseorang akan ilmu yang didapatkan juga tergantung dari seberapa bersyukur dia kepada wasilahnya.*

Kawan-kawan sekarang jadi paham maksud PPA point ke-4 ini, ya? 

Untuk mendapatkan pertolongan dari Allah, salah satu caranya adalah bersyukur. Bukan bersyukur ketika diberi saja, tapi… Jauuuh lebih kedalam, kita harus mensyukuri apa yang telah Allah titipkan saat ini. Dan bukan malah lupa, lalu kemudian iri pada nikmat yang diberikan Allah ke orang lain.

Wallahu a’lam bishowab.

Nama

Agen Of PPA

What To do:

Mulai saat ini ketika kawan kawan mau tidur lakukan kebersyukuran minimal 3 hal kenikmatan  yang anda dapatkan dari pagi sampai malam ini.

Contoh :

“Alhamdulilah ya Allah tadi siang saat kebelet buang air, wc nya tidak antri” coba kawan kawan renungi “tidak antri saat kebelet” itu termasuk nikmat atau tidak?? seringnya kita tidak sadar bahwa wc tidak ngantri itu adalah salah satu nikmat Allah

“Alhamdulillah, tadi pas mau kerja buru buru, setiap perempatan pas warna trafic lightnya selalu hijau” ini juga sebagai salah satu kenikmatan, karena biasanya kita tidak menyadari nikmat yang sepele ini. Padahal kalo ini dilakukan scera istiqomah setiap hari maka akan meningkatkan level syukur kita, yang akan membuat Allah menambah nikmatNya pada kita”

Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan manambah nimat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmaKu maka pasti azabKu sangat berat (QS Ibrahim:07)

kangsalman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *