Menjadi Penyeru

Menjadi Penyeru

Dalam hidup ini tentu saja merupakan sebuah keharusan untuk menjadi orang baik. Namun jika benar-benar ingin menjadikan hidup dalam naungan garansi keberkahan dariNya, maka tak cukuplah hanya menjadi orang baik. Jadilah lebih dari sekedar orang baik, jadilah penyeru kebaikan.

Apa bedanya? Orang baik melakukan kebaikan untuk dirinya, sedangkan menyeru kebaikan mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan juga untuk orang lain. Penyeru kebaikan adalah mereka yang mengambil porsi mulia berpartisipasi dalam dakwah, menyampaikan kebenaran meneruskan amanah besar umat ini.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, menyeru kepada kebaikan bisa melalui banyak jalan. Kata-kata dari lisan hanyalah salah satu jalan, jika tak bisa melalui jalan itu, niatkanlah untuk menyeru kebaikan melalui jalan karya dan tindakan nyata. Tunjukkanlah keindahan Islam lewat jalan itu.

Penyeru kebaikan tidaklah identik dengan penceramah. Apapun profesi kita ketahuilah bahwa kita sama-sama memiliki tugas dakwah, untuk menyampaikan pesan dari Nya dan Rasul Nya, walaupun hanya satu ayat.

Menjadi penyeru kebaikan akan membuat keberkahan hadir dalam setiap urusan, karena menjadi penyeru kebaikan adalah memutuskan untuk tidak berada di zona nyaman. Orang baik banyak teman, sedangkan penyeru kebaikan banyak musuh, begitulah adanya. Memang keberkahan hanya akan hadir bagi mereka yang berani mengambil resiko dalam kebaikan.

Ini adalah salah satu bentuk hijrah yang harus dilakukan dalam menjemput jaminan Nya. Hijrah dari sekedar menjadi orang baik menjadi penyeru kebaikan. Memilih jalan ini adalah memilih jalan yang penuh dengan ujian, tantangan dan tentangan. Namun di situlah letak keindahan dan keberkahan darinya.

Orang baik dicintai manusia, penyeru kebaikan dimusuhi manusia. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sebelum diutus beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang baik, namun ketika Allah ta’ala mengutus nya sebagai penyeru kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya, mengapa? karena penyeru kebaikan berupaya menghancurkan batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman menasehati anaknya agar bersabar ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan, _’Hai anakku tetapkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu._

Berkata salah seorang guru saya; _satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik, karena melalui penyeru kebaikan itulah Allah jaga umat ini, sedangkan orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Semua harus dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai sesegera mungkin, namun setelah itu berupayalah untuk menunjukkan dan mengajak sebanyak mungkin orang yang bisa kita sentuh dalam kebaikan dan kebenaran. Di manapun dan apapun peran yang kita pilih dalam hidup ini, jadikan itu sebagai sarana dakwah. Jadilah penyeru kebaikan, jangan merasa puas hanya menjadi orang baik saja. Menjemput keberkahan dari Nya butuh keberanian dan ada ‘harga’ yang harus dibayar.

Berani hijrah ke jalan ini?

Sumber: Garansi Langit

kangsalman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *