Rumusan Baku Rezeki

Dalam salah satu riwayat Imam Ahmad, Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ mengatakan, “Sesungguhnya seseorang terhalang dari rezekinya disebabkan karena dosa yang dilakukan.” Ini adalah rumusan baku dalam hidup, bahwa yang menjadi sebab terhambat dan hilangnya berkah dari rezeki, tidak lain adalah dosa yang kita lakukan.

Para ulama memberikan keterangan dalam hal ini, bahwa yang dimaksud dosa menghalangi rezeki bisa dibagi menjadi dua; Keterangan pertama adalah yang bersangkutan memang terhalang rezekinya hingga ke bentuk nyata dari rezeki itu sendiri. Keterangan kedua adalah yang bersangkutan terhalang rezekinya dari sisi nikmat yang dikaruniakan. Rezeki tetap hadir tapi rasa nikmatnya dicabut, rezeki tetap turun tapi rasa lezatnya dihilangkan, rezeki tetap datang tetapi berkahnya tak ada, rezeki tetap menghampiri tapi tidak mencukupi, hingga yang bersangkutan kehilangan kepekaan untuk menikmati rezeki-Nya dan hilang pula kepekaan untuk mensyukurinya, ini adalah musibah yang besar.

Allah menggaransi bahwa kita tidak akan meninggal dunia kecuali telah diturunkan dengan sempurna rezeki yang menjadi jatah kita, begitu sabda Rasulullah dalam riwayat Imam Ibnu Majah. Inilah garansi rezeki dan ini adalah sebuah penegasan bahwa jangan sampai rezeki yang terasa terlambat datangnya membuat kita mencarinya dengan jalan yang salah yang penuh dosa karena apa yang ada di sisi Allah tidak akan bisa diperoleh dengan bermaksiat kepada Nya. Apa itu yang ada di sisi Allah? *Garansi keberkahan,* yang menjadikan rezeki itu ternikmati di dunia dan tetap membawa balasan baik untuk akhirat nanti.

Alangkah menyedihkan ketika kita susah payah mencari rezeki, namun setelah didapat rezeki itu tidak ternikmati di dunia dan tidak pula membawa manfaat untuk hari kemudian. Itulah serugi-ruginya manusia.

Perjalanan menjemput garansi keberkahan dimulai dengan merenungi limpahan rezeki yang telah Allah karuniakan. Sejauh mana itu semua mendekatkan kita kepada pemilik-Nya. Saat berkah terasa tiada yang banyak seolah tak bisa mencukupi, yang ada seolah tak bisa ternikmati, yang berlimpah malah membawa banyak masalah, maka patutlah kita menilai diri jangan-jangan kita melanggar rumusan baku itu, melanggar rumusan baku terkait rezeki. Kita sendirilah yang sebenarnya membuat berkah Rezeki itu terhalang.

Langkah hijrah yang harus dimulai dengan mengevaluasi hidup;
• Ketika hidup terasa berat,
• hidup terasa begini-begini saja
• hutang menggunung,
• gaji selalu terasa kurang,
• selalu gagal mendapatkan pekerjaan,
• menganggur bertahun-tahun,
• hubungan keluarga tidak harmonis,
• anak bermasalah,
•masalah baru selalu muncul di saat masalah lama belum selesai,
• sambutan yang sangat terasa
• atau beragam bentuk masalah lainnya.

Bisa jadi itu semua adalah indikasi hilangnya berkah, maka perhatikanlah jangan-jangan dosa-dosa kita lah yang menghalanginya, menghalangi solusi, menghalangi kelapangan, menghalangi kemudahan, menghalangi kebahagiaan, dan menghalangi beragam bentuk keberkahan lainnya. Seberapa sering kita mengabaikan rumus baku ini?

Sekali lagi, yang menjadi sebab terhambat dan hilangnya berkah rezeki adalah dosa yang kita lakukan.

#GaransiLangit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *